, ,

Langit Sumatera Barat Kembali Kelam Abu Vulkanik Marapi Guyur Candung

by -897 Views

Gunung Marapi Kembali Bergemuruh, Hujan Abu Guyur Canduang Usai Dua Kali Erupsi

Laporan Padang Panjang– Langit Sumatera Barat kembali dikepung asap dan abu. Gunung Marapi, salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas vulkaniknya pada Rabu (27/8/2025). Dalam selang waktu kurang dari enam jam, gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu dua kali meletus, mengirimkan kolom abu tinggi ke angkasa dan diakhiri dengan hujan abu yang mengguyur pemukiman warga di Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, pada sore hari.

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama terjadi tepat pukul 09.14 WIB. Letusan ini memuntahkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian yang mengesankan, mencapai sekitar 800 meter di atas puncak gunung atau setara dengan 3.691 mdpl. Kolom abu yang berwarna putih hingga kelabu tersebut teramati condong mengarah ke utara, menunjukkan arah pergerakan angin.

“Ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27,1 milimeter dan durasi selama 38 detik,” jelas Ahmad Rifandi, Kepala Pos PGA Marapi yang berkedudukan di Belakang Balok, Kota Bukittinggi.

Erupsi kedua menyusul beberapa jam kemudian, pada pukul 14.45 WIB. Kali ini, visual langsung ke puncak Marapi terhalang kabut yang menyelubunginya. Meski tak terlihat, kekuatan gunung itu masih dapat diukur melalui getarannya. Instrument seismograf menangkap getaran dengan amplitudo yang bahkan lebih besar dari letusan pertama, yakni 30,3 milimeter, dengan durasi sekitar 35 detik.

Dentuman Keras dan Getaran yang Terasa

Dua letusan tersebut tidak hanya terekam oleh alat, tetapi juga dirasakan secara langsung oleh warga yang tinggal di kaki dan lereng gunung. Getarannya bahkan terasa hingga ke pusat keramaian.

“Terasa getaran erupsi di pasar Padang Panjang,” tutur Ferix, seorang warga dengan callsign YB5CF, menggambarkan suasana saat erupsi terjadi.

Langit Sumatera Barat Kembali Kelam Abu Vulkanik Marapi Guyur Candung
Langit Sumatera Barat Kembali Kelam Abu Vulkanik Marapi Guyur Candung

Baca Juga: Suasana Mencekam di PN Padang, Polisi Dituntut Mati atas Pembunuhan Rekannya

Lebih dekat ke pusat erupsi, di Komunitas Siaga Bencana (KSB) Sei Puar, Agam, Deri Saputra mengaku mendengar suara yang menggelegar. “Terdengar suara dentuman keras, lalu terlihat kepulan asap membumbung di atas gunung. Namun, sumber letusan dari kawah di puncak gunung tertutup kabut,” ujarnya, menggambarkan mencekamnya momen itu.

Sore Hari, Hujan Abu Turun di Canduang

Dampak paling nyata bagi masyarakat terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Usai dua erupsi, material vulkanik halus berupa abu mulai menghujani beberapa nagari di Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam. Wilayah Lasi dan Bukik Batabuah adalah yang pertama merasakan dampaknya.

Rahmadoni, seorang warga Bukik Batabuah, membenarkan kejadian tersebut. “Sore ini abu vulkanik turun di sekitaran Lasi dan Bukik Batabuah,” katanya. Pemandangan di Bukik Batabuah pun berubah; atap-atap rumah, pepohonan, dan jalanan terlihat berdebu disaput material vulkanik berwarna kelabu.

Rang Jambak, warga Lasi, turut mengonfirmasi namun menyebut intensitas hujan abu tidak terlalu tebal. “Iya, tapi tidak tebal,” timpalnya. Meski tidak tebal, warga yang beraktivitas di luar ruangan langsung berusaha melindungi diri.

Aktivitas Meningkat, Status Tetap Waspada (Level II)

Data statistik Pos PGA Marapi mencatat tren yang patut diwaspadai. Sepanjang bulan Agustus 2025 saja, telah terjadi tujuh kali letusan eksplosif dan 99 kali hembusan gas (ash emission). Dua hari dengan frekuensi letusan tertinggi adalah tanggal 12 dan 27 Agustus, masing-masing dengan dua kali erupsi. Sementara aktivitas hembusan tertinggi terjadi pada 16, 17, dan 18 Agustus dengan catatan 34, 27, dan 23 kali hembusan.

Meski menunjukkan peningkatan aktivitas yang jelas, PVMBG melalui rilis resminya menegaskan bahwa status Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). Status ini telah ditetapkan sejak Januari 2024 lalu.

Imbauan untuk Masyarakat

PVMBG mengeluarkan sejumlah imbauan krusial untuk keselamatan masyarakat:

  1. Larangan Beraktivitas: Masyarakat dan pengunjung dilarang melakukan pendakian atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek (puncak Marapi). Zona ini berpotensi terlanda lontaran batu (ejecta) dan awan panas yang tiba-tiba.

  2. Waspada Lahar: Di musim hujan, masyarakat yang bermukim di aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi diminta mewaspadai ancaman banjir lahar dingin.

  3. Protokol Kesehatan: Jika terjadi hujan abu, warga diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut, serta kacamata pelindung untuk mengurangi risiko iritasi pernapasan dan mata.

  4. Hoaks dan Informasi: Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya (hoaks), serta senantiasa mengikuti arahan dan perkembangan informasi resmi dari pemerintah daerah dan PVMBG melalui situs web magma.esdm.go.id dan aplikasi Magma Indonesia.

Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam hidup harmonis berdampingan dengan gunung api. Marapi kembali mengingatkan akan kekuatan alam yang tak terbantahkan, sementara manusia dituntut untuk bijak menyikapinya dengan ilmu pengetahuan dan langkah-langkah mitigasi yang tepat.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.