Harga Pangan Strategis di Padang Panjang Terus Melandai, Pemastian Stabilitas Harga Jadi Prioritas Pemko
Laporan Padang Panjang- Kabar gembira bagi perekonomian rumah tangga di Kota Padang Panjang. Memasuki pekan pertama Oktober 2025, harga sejumlah komoditas pangan strategis kembali menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Pemantauan aktif yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian setempat mencatat, setidaknya ada 10 bahan pokok yang harganya mengalami penurunan, dengan bawang merah sebagai bintangnya yang konsisten turun selama lima pekan berturut-turut.

Baca Juga : Rekaman Suara Bung Hatta Kembali ke Kota Kelahirannya, Bukittinggi
Kondisi ini tidak hanya meringankan beban konsumen, tetapi juga menjadi indikator positif stabilitas ekonomi lokal yang terus terjaga.
Rincian Penurunan Harga: Napas Lega bagi Konsumen
Berikut adalah daftar komoditas yang harganya mengalami penurunan, berdasarkan data yang dirilis pemerintah daerah:
-
Bawang Merah: Turun Rp300, dari Rp32.650 menjadi Rp32.350/kg (Turun 5 minggu berturut-turut).
-
Cabai Rawit: Turun cukup dalam sebesar Rp5.350, kini menjadi Rp40.000/kg.
-
Cabai Hijau: Turun Rp1.667 menjadi Rp60.000/kg.
-
Daging Ayam Broiler: Turun Rp334 menjadi Rp31.000/kg.
-
Seledri: Turun signifikan sebesar Rp6.400 menjadi Rp10.300/kg.
-
Ikan Kembung: Turun Rp3.333 menjadi Rp66.667/kg.
-
Bawang Daun: Turun Rp1.300 menjadi Rp8.000/kg.
-
Bawang Bombai: Turun Rp2.000 menjadi Rp31.300/kg.
-
Bawang Putih: Turun Rp350 menjadi Rp32.817/kg.
-
Terong: Turun Rp300 menjadi Rp6.700/kg.
Analisis Pemerintah: Menjaga Keseimbangan yang Ideal
Chandra Erfiko, Analis Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Padang Panjang, menyambut baik tren penurunan ini. Dalam keterangannya kepada Dinas Kominfo, ia menegaskan bahwa momentum ini adalah buah dari upaya menjaga stabilitas.
“Tren penurunan ini adalah indikator yang sangat positif. Namun, yang terpenting adalah menjaga stabilitas harga di titik ideal. Tujuan kami dua arah: mempertahankan daya beli masyarakat sekaligus melindungi pendapatan petani dari harga yang jatuh terlalu dalam. Pemerintah tidak akan berhenti memantau untuk memastikan keseimbangan ini,” papar Chandra.
Ia menambahkan bahwa dari total 48 komoditas yang rutin diberitahukan, sebagian besar atau 35 komoditas lainnya berada dalam kondisi harga yang relatif stabil. Fluktuasi hanya terjadi pada 13 komoditas, di mana 10 diantaranya turun dan 3 lainnya justru mengalami kenaikan.
Di Balik Tren Positif, Tiga Komoditas Ini Justru Naik
Meski mayoritas harga turun, masyarakat perlu mencermati tiga komoditas yang harganya mengalami kenaikan:
-
Cabai Merah: Naik cukup signifikan sebesar Rp4.500 menjadi Rp89.500/kg.
-
Telur Ayam Ras: Naik Rp250 menjadi Rp28.550/kg.
-
Kacang Kedelai: Naik Rp125 menjadi Rp11.250/kg.
Menangapi hal ini, Chandra memberikan penjelasan khusus untuk cabai merah. “Kenaikan pada cabai merah masih dipengaruhi oleh faktor pasokan yang belum sepenuhnya pulih, sementara permintaan dari konsumen cenderung meningkat. Tim kami akan terus memonitor pergerakan pasokannya untuk mengantisipasi penyakit lebih lanjut,” jelasnya.
Daftar Harga Komoditas Stabil: Pondasi Ketahanan Pangan
Di tengah ketegangan yang wajar, banyak komoditas lain yang harganya tetap stabil, menyebabkan timbulnya ketahanan pangan kota. Berikut daftarnya:
-
Beras: Kualitas I (Rp17.000/kg), II (Rp16.000/kg), III (Rp15.000/kg).
-
Daging: Sapi (Rp141.667/kg), Ayam Kampung (Besar: Rp90.000, Sedang: Rp80.000, Kecil: Rp70.000).
-
Bahan Pokok Lain: Gula Pasir (Rp18.000/kg), Tepung Terigu (Rp13.000/kg), Minyak Goreng (Kemasan Sederhana: Rp17.000/liter, Premium: Rp22.000/liter, Curah: Rp19.000/liter).
-
Kacang-kacangan: Kacang Hijau (Rp26.000/kg), Kacang Tanah (Rp28.000/kg).
-
Telur & Susu: Telur Ayam Kampung (Rp54.433/kg), Susu Bubuk (Rp46.167/kemasan 400gr), Indomilk (Rp45.250/kemasan).
Komitmen Pemerintah Menjelang Akhir Tahun
Menutup pernyataannya, Chandra Erfiko menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang untuk terus memperkuat sistem pemantauan harga dan kelancaran pasokan. Kewaspadaan ini terutama ditingkatkan menyambut akhir tahun, di mana tradisi hari raya dan liburan biasanya mendongkrak tingkat konsumsi masyarakat.
Keseimbangan antara harga yang adil bagi petani dan harga yang terjangkau bagi konsumen adalah prioritas utama dan tidak bisa ditawar. Dengan koordinasi yang solid, kami yakin stabilitas ini dapat dipertahankan untuk kesejahteraan bersama, tutupnya dengan penuh keyakinan.
Dengan langkah proaktif ini, Pemko Padang Panjang tidak hanya merespons kondisi pasar, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih tangguh dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

![_250626173906-850[1] Pemukim Israel Serbu](https://paymentsinhand.com/wp-content/uploads/2025/12/250626173906-8501-148x111.jpg)
![20251125_093727-893527581[1] Wacana Gaji Tunggal](https://paymentsinhand.com/wp-content/uploads/2025/12/20251125_093727-8935275811-148x111.webp)
![b305cc1c-894e-4366-8a6e-21fced981e20[1] Ketua MPR Bagikan](https://paymentsinhand.com/wp-content/uploads/2025/12/b305cc1c-894e-4366-8a6e-21fced981e201-148x111.jpg)
![joko-anwar-1765594706955_169[1]](https://paymentsinhand.com/wp-content/uploads/2025/12/joko-anwar-1765594706955_1691-148x111.jpeg)
