, ,

Dalam Penetapan 20 Daerah Prioritas, Kabupaten Solok Dapat Dana Jalan KPPN Rp23 M

by -1126 Views

Kabupaten Solok Raih Rp23 Miliar APBN untuk Pacu Distribusi Pangan dari Lembah Gumanti

Laporan Padang Panjang– Dalam sebuah terobosan yang signifikan bagi pembangunan infrastruktur daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat, berhasil memperoleh alokasi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp23 miliar untuk pembangunan jalan di koridor strategis Kecamatan Lembah Gumanti. Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Konektivitas ini merupakan buah dari perjuangan gigih pemerintah daerah dan pengakuan atas status Lembah Gumanti sebagai salah satu kawasan lumbung pangan nasional.

Perjuangan yang Berbuah Manis

Keberhasilan ini diumumkan langsung oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu, dengan rasa syukur yang mendalam. “Alhamdulillah melalui perjuangan gigih dan konsisten yang dilakukan kita lakukan bersama jajaran terkait, Kabupaten Solok ditetapkan sebagai Lokasi Prioritas Penanganan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Konektivitas Subbidang Jalan Tematik Kawasan Produksi Pangan Nasional (KPPN) 2026,” ujarnya.

Dalam Penetapan 20 Daerah Prioritas, Kabupaten Solok Dapat Dana Jalan KPPN Rp23 M
Dalam Penetapan 20 Daerah Prioritas, Kabupaten Solok Dapat Dana Jalan KPPN Rp23 M

Baca Juga: Dunia Hukum Berduka Koalisi Sipil Sumbar Kutuk Kematian Ojol dan Tuntut Reformasi Polri

Penetapan ini tidak datang dengan mudah. Ia merupakan kelanjutan dari usulan yang sempat terdampak efisiensi akibat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Artinya, proposal Pemkab Solok dinilai memiliki dampak strategis yang sangat tinggi sehingga mampu bertahan dan justru meningkat dari usulan sebelumnya sebesar Rp21 miliar. Kabupaten Solok tercatat sebagai satu dari hanya 20 daerah di seluruh Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar penerima DAK tematik KPPN ini, sebuah prestasi yang membanggakan.

Proses finalisasi alokasi ini terjadi dalam kegiatan Penilaian Usulan DAK Fisik yang berlangsung pada 26–29 Agustus 2025 di Serpong, Banten. Delegasi Kabupaten Solok, yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Evia Vivi Fortuna, bersama tim teknis, berhasil mempresentasikan kebutuhan dan rancangan teknis dengan meyakinkan kepada tim dari Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah (PFID) Kementerian PUPR dan Bappenas.

Lembah Gumanti: Lumbung Pangan Strategis Nasional

Alasan dana sebesar ini dialokasikan untuk Solok tidak lepas dari peran vital Kecamatan Lembah Gumanti. Kawasan ini dikenal sebagai pusat produksi hortikultura, terutama bawang merah dan cabai merah, yang menjadi komoditas penyangga pangan nasional. Stabilitas pasokan dari Lembah Gumanti berkontribusi langsung pada ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di tingkat regional maupun nasional.

Namanya, jalan yang menghubungkan sentra produksi ini dengan jalan provinsi dan nasional masih dalam kondisi yang perlu ditingkatkan. Jalan yang rusak atau sempit menyebabkan biaya logistik membengkak, waktu tempuh menjadi lama, dan berpotensi merusak kualitas hasil panen yang notabene merupakan produk segar. Inilah masalah mendasar yang ingin diatasi dengan investasi infrastruktur ini.

Lima Ruas Jalan Penghubung Ekonomi

Dana Rp23 miliar tersebut akan dialokasikan untuk membangun dan meningkatkan lima ruas jalan strategis yang menjadi urat nadi distribusi di Lembah Gumanti. Berikut adalah rinciannya:

  1. Jalan Bukit Barampuang – Taratak Galundi: Sepanjang 1,22 Km dengan estimasi anggaran Rp3,93 miliar.

  2. Jalan Convention Hall – Taratak Galundi: Sepanjang 0,7 Km dengan estimasi anggaran Rp2,05 miliar.

  3. Jalan Usak – Alahan Panjang: Sepanjang 0,90 Km dengan estimasi anggaran Rp3,20 miliar.

  4. Jalan Simpang Batu Bagiriak – Galagah: Sepanjang 3,597 Km dengan estimasi anggaran Rp9,70 miliar (ruas terpanjang dan dengan anggaran terbesar).

  5. Jalan Taratak Pauh – Simpang Tanjung Nan IV: Sepanjang 1,64 Km dengan estimasi anggaran Rp4,74 miliar.

Peningkatan anggaran dari Rp21 miliar menjadi Rp23 miliar diusulkan berdasarkan penyesuaian harga satuan material dan hasil revisi desain teknis di lapangan untuk memastikan hasil yang lebih optimal dan berkelanjutan.

Dampak Berantai bagi Kesejahteraan Masyarakat

Keberhasilan perolehan dana ini bukan sekadar tentang aspal dan beton, melainkan tentang mengalirnya kesejahteraan untuk masyarakat.

  1. Penurunan Biaya Logistik: Jalan yang baik akan mempermudah akses truk pengangkut hasil pertanian, mengurangi waktu tempuh, dan menekan biaya transportasi. Secara langsung, ini akan meningkatkan margin keuntungan bagi petani.

  2. Peningkatan Daya Saing Komoditas: Dengan distribusi yang lancar dan cepat, kualitas bawang dan cabai dari Lembah Gumanti akan tetap terjaga sampai ke pasar, meningkatkan reputasi dan nilai jualnya.

  3. Penguatan Ketahanan Pangan: Distribusi yang efisien berarti pasokan pangan ke pasar-pasar besar menjadi lebih stabil, membantu menekan fluktuasi harga dan menjaga inflasi.

  4. Dampak Sosial: Pembangunan jalan akan membuka isolasi daerah, memudahkan akses masyarakat ke fasilitas kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, sehingga meningkatkan kualitas hidup.

Langkah Selanjutnya: Menuju Realisasi Pembangunan

Usulan ini telah di-input melalui aplikasi resmi KRISNA DAK Bappenas dan saat ini sedang menunggu alokasi final dari Kementerian Keuangan. Kegiatan di Serpong ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama, yang menjadi dasar hukum untuk penyusunan Rencana Kegiatan (RK) DAK 2026. Proses penyusunan RK ini rencananya akan berlangsung antara Oktober hingga Desember 2025 di Jakarta.

Sinergi Pusat-Daerah yang Nyata

Keberhasilan Pemkab Solok ini merupakan bukti nyata dari sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Bupati Jon Firman Pandu dan seluruh jajarannya menunjukkan komitmen kuat dalam memperjuangkan kebutuhan infrastruktur rakyat, khususnya di sektor-sektor pendukung ekonomi lokal seperti pertanian.

Dengan terealisasinya pembangunan jalan ini, Lembah Gumanti tidak hanya akan semakin kuat sebagai penopang ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi contoh bagaimana infrastruktur yang tepat dapat menjadi katalisator untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dari desa ke kota.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.