, ,

Puluhan Siswa TK hingga SMA Di Agam Keracunan Makanan Massal

by -805 Views

Tragedi di Agam: Puluhan Anak Keracunan Usai Santap Menu “Makanan Bergizi Gratis”, Aktivitas Penyedia Ditangguhkan

Laporan Padang Panjang- Sebuah insiden tragis mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Puluhan siswa, mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), menjadi korban keracunan makanan massal dan terpaksa dilarikan ke berbagai rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Puluhan Siswa TK hingga SMA Di Agam Keracunan Makanan Massal
Puluhan Siswa TK hingga SMA Di Agam Keracunan Makanan Massal

Baca Juga : e-Katalog Versi 6 Buka Peluang UMKM Padang Panjang Ke Pasar Nasional

Kejadian yang memilukan ini diduga kuat berawal dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung. Menu yang semestinya menjadi sumber nutrisi justru berbalik menjadi ancaman bagi puluhan anak-anak.

Korban Terus Bertambah, Keluhan Serupa Berulang

Data terakhir yang dirilis oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Hingga Kamis pagi, jumlah korban yang tercatat secara resmi telah mencapai 86 orang. Para korban menunjukkan gejala yang seragam, yaitu mual-mual, muntah, dan rasa pusing yang hebat, yang merupakan tanda khas keracunan makanan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Agam, Muhammad Luthfi, mengonfirmasi kondisi terbaru para korban di RSUD Lubuk Basung. “Sampai tadi malam, jumlah anak yang masuk rumah sakit dengan keluhan sakit perut, muntah, dan pusing-pusing berjumlah 86 orang,” ujarnya. Meskipun beberapa korban sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya menunjukkan perbaikan, namun tidak sedikit yang masih harus menjalani perawatan intensif. “Sudah ada yang pulang, tapi sampai pagi ini masih ada yang dirawat. Seperti di RSUD ini masih ada 24 orang yang dirawat,” tambah Luthfi.

Nasi Goreng dan Telur Dadar: Menu yang Diduga Jadi Pemicu

Lantas, menu apakah yang diduga menjadi biang keladi dari musibah ini?

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu yang disajikan pada hari terjadinya insiden adalah nasi goreng. Hidangan tersebut dilengkapi dengan lauk pendamping berupa telur dadar yang telah dipotong-potong, tahu, sayuran, dan buah jeruk. Bupati Agam, Benni Warlis, saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan bahwa “Menunya nasi goreng.”

Meski menu telah teridentifikasi, pihak berwenang hingga saat ini belum dapat memastikan komponen mana yang terkontaminasi atau menjadi penyebab utama keracunan. Apakah dari nasi, telur, tahu, atau bahan lainnya, masih dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan mendalam oleh tim yang berkompeten.

Tanggapan Cepat Pemerintah: Hentikan Sementara dan Janji Penanganan Serius

Merespons kejadian ini, Pemkab Agam mengambil langkah tegas. Bupati Benni Warlis menyatakan bahwa untuk sementara waktu, seluruh aktivitas di SPPG yang diduga menjadi sumber masalah telah dihentikan total. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Untuk sementara, aktivitas SPPG itu kita hentikan dulu,” tegas Bupati. Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menangani kasus ini dengan serius. Pemkab Agam berjanji akan memastikan bahwa semua korban mendapatkan pelayanan medis yang terbaik hingga pulih sepenuhnya. Investigasi menyeluruh juga akan dilakukan untuk mengungkap akar permasalahan dan memastikan adanya pertanggungjawaban atas insiden yang meresahkan masyarakat ini.

Insiden ini tentunya menjadi peringatan keras bagi semua pihak tentang betapa krusialnya standar kebersihan, keamanan, dan prosedur pengolahan dalam penyediaan makanan, terlebih lagi untuk konsumsi anak-anak sekolah. Masyarakat pun berharap agar investigasi berjalan transparan dan ada langkah-langkah perbaikan sistemik untuk menjamin keamanan pangan di program-program serupa di masa depan.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.