PADANG PANJANG – Pemukim Israel Serbu kompleks tersebut untuk merayakan perayaan Hanukkah, yang berlangsung pada minggu ini. Insiden ini memicu protes keras dari warga Palestina dan organisasi internasional yang menuntut penghormatan terhadap status quo tempat suci tersebut. Kejadian ini menambah panjang daftar ketegangan antara Israel dan Palestina yang terus berlanjut, khususnya di Yerusalem yang dianggap sebagai kota suci bagi tiga agama besar: Islam, Kristen, dan Yahudi.
Serangan Pemukim Israel di Al-Aqsa
Pada hari Selasa, ratusan pemukim Israel, yang sebagian besar berasal dari kelompok ekstrimis Yahudi, memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah pengawalan ketat pasukan polisi Israel. Mereka datang untuk merayakan Hanukkah, salah satu festival utama dalam agama Yahudi yang memperingati kemenangan bangsa Israel atas penguasa Yunani pada abad kedua SM dan pemulihan Bait Suci di Yerusalem.
Namun, kehadiran pemukim ini di dalam area masjid, yang juga merupakan situs paling suci kedua dalam Islam setelah Ka’bah di Mekah, memicu ketegangan dengan warga Palestina yang sedang melaksanakan ibadah. Meski pemukim Israel tidak diperbolehkan untuk beribadah di masjid tersebut, mereka sering kali melakukan tindakan provokatif yang semakin memperburuk situasi di wilayah yang sudah rawan ini.
Baca Juga : Wacana Gaji Tunggal ASN, MenPANRB Tunggu RPP Manajemen ASN Rampung
“Aksi ini adalah bentuk provokasi yang sangat berbahaya. Masjid Al-Aqsa adalah tempat ibadah yang harus dihormati oleh semua pihak, tidak peduli agama atau kewarganegaraan. Kami akan terus melawan setiap upaya untuk merusak kesucian tempat ini,” kata Ayman Odeh, seorang pemimpin partai Palestina di Israel.
Pemukim Israel yang menyerbu masjid juga dilaporkan mengibarkan bendera-bendera Israel dan meneriakkan slogan-slogan yang mendukung klaim mereka atas Yerusalem, sementara warga Palestina yang ada di sekitar masjid berusaha menahan mereka untuk masuk lebih jauh ke dalam kawasan yang sangat dihormati umat Islam ini.
Protes dan Tanggapan Internasional
Kejadian ini segera memicu protes besar-besaran di berbagai penjuru wilayah Palestina, dengan ratusan warga yang turun ke jalan untuk mengecam tindakan tersebut. Banyak di antara mereka yang mendesak agar Israel segera menghentikan apa yang mereka sebut sebagai “serangan terhadap tempat suci Islam.”
“Perayaan Hanukkah seharusnya tidak melibatkan pelanggaran terhadap tempat suci umat Islam. Tindakan seperti ini hanya akan memperburuk ketegangan yang sudah ada,” ujar Mustafa Barghouti, anggota Dewan Legislatif Palestina. Ia juga menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar hak-hak umat Islam, tetapi juga membahayakan proses perdamaian antara Israel dan Palestina.
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melalui juru bicaranya, mengungkapkan keprihatinan atas insiden ini dan menyerukan semua pihak untuk menghormati status quo di Yerusalem, khususnya di kompleks Al-Aqsa. Mereka menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsa harus tetap menjadi tempat ibadah yang terbuka untuk umat Islam dan bahwa setiap upaya untuk mengubah atau merusak status tersebut dapat memicu konflik yang lebih besar di wilayah tersebut.
Pemukim Israel Serbu “PBB menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hak-hak semua pemeluk agama untuk beribadah dengan aman di tempat-tempat suci mereka, tanpa gangguan dari pihak manapun,” ujar pernyataan tersebut.
Latar Belakang Ketegangan di Yerusalem
Ketegangan di Yerusalem tidak baru terjadi. Kota yang dianggap suci oleh tiga agama besar dunia — Islam, Kristen, dan Yahudi — selalu menjadi pusat konflik antara Israel dan Palestina. Masjid Al-Aqsa berada di atas Temple Mount, yang juga merupakan situs suci bagi umat Yahudi yang menyebutnya Har HaBayit atau “Bukit Rumah Tuhan”, tempat di mana Bait Suci Yahudi yang pertama dan kedua berada. Hal ini menjadikan tempat tersebut sebagai titik perselisihan utama antara kedua belah pihak.




![20251125_093727-893527581[1] Wacana Gaji Tunggal](https://paymentsinhand.com/wp-content/uploads/2025/12/20251125_093727-8935275811-148x111.webp)
![b305cc1c-894e-4366-8a6e-21fced981e20[1] Ketua MPR Bagikan](https://paymentsinhand.com/wp-content/uploads/2025/12/b305cc1c-894e-4366-8a6e-21fced981e201-148x111.jpg)