, ,

Limbah Perkebunan Jadi Emas Ekspor 12.000 Ton PKS Sumbar Raup Rp 15,9 Miliar

by -1004 Views

Sukses Besar! 12.000 Ton Cangkang Sawit Sumbar Tembus Pasar Ekspor Jepang, Dongkrak Devisa Rp 15,9 Miliar

Laporan Padang Panjang-  Kabar gembira datang dari sektor ekspor Sumatera Barat.Produk limbah perkebunan yang sebelumnya sering dianggap sebelah mata, yaitu cangkang inti sawit atau Palm Kernel Shell (PKS), berhasil mencatatkan pencapaian gemilang dengan menembus pasar industri hijau Jepang. Sebanyak 12.000 ton komoditas tersebut telah lolos karantina ketat dan diekspor melalui Pelabuhan Teluk Bayur, dengan nilai transaksi yang mencapai USD 960.000 atau setara dengan Rp 15,9 miliar.

Limbah Perkebunan Jadi Emas Ekspor 12.000 Ton PKS Sumbar Raup Rp 15,9 Miliar
Limbah Perkebunan Jadi Emas Ekspor 12.000 Ton PKS Sumbar Raup Rp 15,9 Miliar

Baca Juga : Petani Padang Panjang Dibekali Ilmu Produksi Dekomposer Dan Pupuk Organik Mandiri

Kepala Balai Karantina Pertanian Sumatera Barat, RM Ende Dezeanto, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen bersama dalam menjaga kualitas dan standar internasional.“Ini adalah bukti bahwa produk lokal kita memiliki daya saing global yang tinggi.Kami telah memfasilitasi dan memastikan ekspor ini memenuhi semua persyaratan ketat yang ditetapkan oleh Jepang,” ujar Ende dalam keterangan persnya, Rabu.

Dari Limbah Jadi Sumber Energi Hijau

Yang membuat ekspor ini istimewa adalah nilai tambah yang dihasilkan.Cangkang sawit ini tidak lagi sekedar limbah, melainkan telah bertransformasi menjadi komoditas energi terbarukan (biomassa) yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara industri maju seperti Jepang dan Korea Selatan. Di kedua negara tersebut, cangkang sawit dimanfaatkan sebagai bahan bakar ramah lingkungan untuk pembangkit listrik, yang sejalan dengan komitmen global dalam transisi energi bersih.

“Pasar ekspor untuk biomassa sangat potensial. Korea Selatan juga merupakan tujuan utama lainnya. Ini menunjukkan pergeseran paradigma di mana produk sampingan industri sawit memiliki nilai ekonomi dan lingkungan yang signifikan,” tambah Ende.

Dijamin Ketat, Proses Karantina Berstandar Internasional

Untuk memastikan produk yang dikirim benar-benar aman dan berkualitas, Balai Karantina Pertanian Sumbar menerapkan prosedur yang sangat ketat. Proses dimulai dengan pengambilan sampel langsung oleh petugas karantina di gudang penyimpanan perusahaan eksportir.

Sampel tersebut kemudian dibawa ke laboratorium karantina untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan pengujian mendetail.Tujuannya jelas: memastikan cangkang sawit bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dapat mengancam stabilitas ekosistem dan sektor pertanian di negara tujuan.

“Kegiatan ini memang rutin fasilitas kami, tetapi kami tidak pernah mengendurkan kewaspadaan.Komitmen kami adalah menciptakan ekosistem ekspor yang lancar, namun tetap mengutamakan aspek keamanan hayati dan kualitas produk sesuai standar internasional,” tegas Ende Dezeanto.

Dampak Positif bagi Perekonomian Daerah dan Nasional

Keberhasilan ekspor ribuan ton cangkang sawit ini membawa dampak yang luas. Selain jelas mencakup devisa negara, geliat ekspor ini juga langsung menggerakkan roda perekonomian daerah.Para pelaku usaha, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit di Sumatera Barat, merasakan dampak positifnya dengan terbukanya pasar baru yang berkelanjutan.

Pencapaian ini tidak hanya sekedar angka rupiah, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia, khususnya Sumatera Barat, memiliki potensi besar untuk berkontribusi lebih besar dalam pasar energi terbarukan global. Ekspor ini diharapkan dapat memicu peningkatan nilai tambah industri kelapa sawit secara keseluruhan dan membuka lebih banyak peluang ekonomi hijau di masa depan.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.